Minggu, 17 Februari 2013
Sinopsis :
Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan "raksasa" Buy N Large (BnL) menguasai
perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang,
maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga
kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun
di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan
setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya
berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.
Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang
dinamai dengan WALL-E
ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright
memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak
memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL-E yang masih berfungsi.
Pada suatu hari, WALL-E menemukan sebuah bibit tumbuhan, lalu menanamnya dalam sebuah sepatu usang. Tidak lama kemudian, sebuah kapal luar angkasa mendarat di
Bumi dan mengeluarkan EVE (Elissa Knight), sebuah robot perempuan yang dikirim oleh pesawat raksasa yang
bernama Axiom, ia diprogramkan
untuk mencari tanda-tanda kehidupan flora di Bumi. WALL-E jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, Sungguh disayangkan, ternyata cinta WALL-E
tidak terbalaskan, karena EVE diprogramkan untuk mencari keberadaan tumbuhan di
Bumi. Saat WALL-E menunjukkan
bibit tumbuhan yang ditemukannya kepada EVE, EVE menyimpan bibit itu ke dalam
tubuhnya, setelah itu EVE menjadi non-aktif secara otomatis. EVE diambil kembali oleh pesawat yang
mengantarnya ke Bumi. Dengan rasa gelisah dan panik, WALL-E mengejar pesawat itu.
Setelah sampai di dalam pesawat, EVE diaktifkan
kembali dan diprogram untuk mengantar bibit tadi kepada McCrea agar diletakkan
dalam alat pendeteksi yang dinamai holo-detector. Sewaktu akan
mendeteksi tumbuhan yang terdapat dalam tubuh EVE, bibit itu hilang. EVE
dianggap telah rusak dan dikirim ke bagian perbaikan robot bersama WALL-E. Saat EVE diperiksa, WALL-E menyangka EVE akan dihancurkan
oleh mesin pemeriksa tersebut, lalu ia merampas senjata plasma EVE dan
menembakkannya, sehingga membebaskan robot-robot rusak lainnya di ruang
perbaikan. Tindakan WALL-E
menjadi ancaman bagi setiap penghuni pesawat Axiom, EVE dan WALL-E menjadi buronan yang dianggap
robot berbahaya. EVE yang tidak tahan dengan sikap WALL-E, mencoba mengantarnya kembali ke Bumi dengan menggunakan
sebuah kabin.
Saat asisten utama McCrea (GO-4) tiba dan menyimpan bibit yang hilang itu ke dalam kabin GO-4 yang
mencurinya tanpa diketahui McCrea. Melihat bibit tersebut, WALL-E memasuki kabin tempat
diletaknya bibit tersebut. GO-4 akan menghancurkan kabin tersebut dengan
mengaktifkan program penghancuran secara otomatis sehingga akan meledak setelah
hitungan mundur 20 detik. Saat itu WALL-E
berada di dalam kabin tersebut, namun WALL-E
berhasil meloloskan diri bersama bibit itu sedetik sebelum musnahnya kabin
tadi. EVE lega karena WALL-E
menyelamatkan bibit itu dan mereka terbang dengan bahagianya di angkasa sekitar
pesawat Axiom.
EVE dan WALL-E
mengembalikan bibit itu kepada McCrea. Kapten McCrea ingin mengetahui bagaimana
keadaan Bumi pada saat ini, lalu McCrea memutar rekaman yang direkam oleh
kamera yang terpasang pada EVE, yang membuat EVE menyaksikan usaha WALL-E melindunginya ketika ia dalam
status non-aktif. Akhirnya, EVE juga jatuh cinta pada WALL-E. Terpesona oleh gambar-gambar kehidupan zaman dulu di Bumi
sebelum berdirinya Buy N Large, McCrea perihatin melihat kerusakan alam di Bumi
yang digambarkan dalam rekaman EVE. Kemudian McCrea merencanakan agar manusia
kembali ke Bumi untuk memulihkan segalanya. Namun, AUTO menegaskan bahwa manusia
tidak boleh kembali ke Bumi, lalu ia terpaksa menampilkan tayangan berupa
rekaman Shelby Forthright yang memerintahkan semua autopilot agar tidak
mengembalikan manusia ke Bumi, karena proyek pembersihan yang diusahakan telah
gagal. AUTO yang dirancang untuk menuruti perintah tersebut, memberontak dan
membuang bibit tumbuhan tersebut. Dalam memperebutkan bibit itu, AUTO dengan
ganasnya menyerang WALL-E yang
mencoba melindungi bibit itu dan menekan tombol non-aktif di badan EVE. WALL-E dan EVE dibuang ke tempat
pembuangan sampah bersamaan dengan bibit tadi, dan mengunci McCrea di dalam
kamarnya.
Di tempat pembuangan sampah, EVE kembali aktif
setelah sebuah tombol yang ada di dada EVE tersentuh oleh serangga. EVE
berusaha mencari WALL-E, setelah
menemukannya EVE melihat WALL-E
telah rusak berat. Ia berusaha memperbaiki WALL-E, tapi usahanya sia-sia karena tidak ada komponen tubuh WALL-E yang cocok dengan yang ia
temukan. Pada saat proses pembuangan sampah diaktifkan, gerbang pembuangan
terbuka. Saat itu juga datang M-O yang mengejar WALL-E karena ingin membersihkan kotoran asing yang melekat di
tubuh WALL-E. Kemudian M-O
terjepit gerbang yang tertutup setelah sampah beserta WALL-E dan EVE dikeluarkan dari tempat pembuangan. Gerbang tidak
sepenuhnya tertutup karena M-O terjepit pada gerbang saat mengejar WALL-E untuk membersihkan kotoran
asing. Kesempatan ini digunakan oleh EVE untuk menyelamatkan diri dari
pembuangan.
Setelah berhasil menyelamatkan diri dari tempat
pembuangan sampah dengan bantuan M-O, EVE menolak perintah otomatis yang telah
diprogramkan untuk membawa bibit ke pesawat. Ia masih berusaha untuk
memperbaiki WALL-E, tapi WALL-E berharap EVE menuruti perintah
tersebut sambil mengingatkan EVE jika seandainya mereka berhasil kembali ke
Bumi, WALL-E dapat diselamatkan
dengan suku cadang yang disimpannya.
WALL-E dan EVE membawa bibit tadi untuk diletakkan di mesin pendeteksi yang
ada di pesawat Axiom dengan bantuan M-O. Mereka berdua dibantu McCrea yang
menyuruh mereka agar cepat ke mesin pendeteksi tersebut, mereka juga dibantu
robot-robot rusak yang membantu mereka dengan melawan robot-robot penjaga.
McCrea membohongi AUTO dengan mengatakan bahwa bibit itu ada padanya, dengan
mengelabui AUTO melalui visual dari monitor. Kemudian AUTO mendatangi McCrea,
lalu mereka berkelahi. McCrea berhasil mengaktifkan mesin pendeteksi,
mengakibatkan AUTO memiringkan posisi Axiom, mengakibatkan manusia-manusia yang
tidak dapat berjalan menjadi berjatuhan dan tertumpuk di sudut pesawat. Auto
mencoba menutup mesin pendeteksi tersebut, namun ditahan WALL-E dengan
mengorbankan tubuhnya. McCrea berusaha untuk berdiri dan berjalan untuk
mendekati dan mengalahkan AUTO. Pada saat perkelahian dengan AUTO, McCrea
melihat tombol merah yang terbuka di bagian tubuh AUTO. Lalu McCrea menekan
tombol tersebut, sehingga AUTO yang merupakan pengendali pesawat Axiom menjadi
berstatus manual. McCrea dapat dengan sepenuhnya mengendalikan AUTO, dan
mengembalikan posisi Axiom ke posisi semula. Akhirnya, bibit berhasil
dimasukkan ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector),
dan melepaskan WALL-E yang
bertambah rusak karena terjepit mesin pendeteksi yang akan menutup. Setelah
bibit tadi dimasukkan ke dalam holo-detector,
pesawat Axiom menuju ke Bumi dengan kecepatan cahaya.
Setelah mendarat di Bumi, EVE bergegas
memperbaiki dan menghidupkan kembali WALL-E
dengan menggunakan suku cadang yang ada di tempat tinggal WALL-E. Sayangnya, WALL-E telah rusak berat dan hampir
semua komponennya ditukar oleh EVE dengan yang baru. Meskipun WALL-E telah diperbaiki dengan
sempurna, tapi WALL-E bukanlah WALL-E yang dikenal EVE. WALL-E telah menjadi WALL-E yang diprogram untuk
mengerjakan tugasnya dan tidak memiliki perasaan dan ingatan yang dimiliki WALL-E yang EVE kenal. EVE sedih
karena WALL-E yang dicintainya sudah
tiada, EVE memegang tangan WALL-E
lalu menempelkan kepalanya ke kepala WALL-E
(bermakna ciuman). Percikan listrik dari “ciuman” tadi memulihkan ingatan dan
kepribadian WALL-E, lalu dia
dapat mengingat EVE dan bahagia karena dapat berpegangan tangan dengan EVE.
Manusia dan robot bekerjasama dalam memperbaiki
kehidupan di Bumi dengan harapan baru, di bawah pimpinan McCrea. Akhirnya,
kehidupan yang normal dapat dinikmati kembali oleh manusia. Seiring waktu dan
kerjasama manusia dengan robot, Bumi kembali normal seperti sedia kala.
Mengenai kelanjutan kehidupan manusia beserta para robot di Bumi, dapat dilihat
pada lukisan-lukisan yang terdapat pada kredit penutup dalam film animasi ini.
trailer :
Alasan,nilai tambah dan pemahaman dari film Wall-E :
Film ini mengisahkan tentang bumi yang sudah
tidak layak lagi dihuni dan seluruh manusia telah meninggalkan bumi karena
manusia tidak lagi melakukan semua kegiatan dengan kemampuannya sendiri, segala
pekerjaan dilakukan oleh robot dan teknologi-teknologi canggih lainnya. Robot
dan komputer-komputer tersebut telah melakukan pekerjaan-pekerjaan dan
kebiasaan yang dilakukan oleh manusia pada umumnya sehingga manusia dimanjakan
oleh teknologi tersebut yang menjadikan manusia menjadi ketergantungan terhadap
adanya kemudahan teknologi tersebut sehingga mengurangi kemampuan tubuhnya
untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Nilai tambah pemahaman kita terhadap film
tersebut yaitu bahwa AI yang terdapat pada film tersebut hampir semua technologi yang digunakan merupakan
produk dari sebuah Artificial Intelegence yang
diantara nya :
·
Speech Recognition
·
Computer Vision
·
Robotic
·
Natural Language
Tokoh utama AI di film Wall-E dan perannya :
· Wall-e, robot yang diprogram untuk memadatkan dan
menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi,
agar memudahkan untuk peleburan
· Eve, robot yang diprogramkan untuk mencari
tanda-tanda kehidupan flora di Bumi
· Auto, sistem autopilot pesawat
Kecerdasan yang dimiliki tokoh AI dalam film Wall-E :
Robot – robot dalam film
wall-e ini dapat diakatakan sebagai kecerdasan buatan atau artificial intelligence. AI (Artificial
Intelligence) merupakan sebuah
mesin atau komputer yang diciptakan manusia untuk menyimpan kecerdasan seperti
manusia untuk melakukan berbagai kegiatan atau pekerjaan. Nah dalam film wall-e
kecerdasan yang digunakan oleh para robot yaitu :
· Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing) merupakan manusia
dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal
bahasa inggris, bahasa indonesia, dan sebagainya. Contohnya saat sang kapten
kapal berkomunikasi dengan robot pendampingnya tentang hasil pencarian tanah
dari bumi.
· Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi
dengan komputer menggunakan suara. Contohnya saat para manusia yang berada
dipesawat meminta minuman atau makanan kepada robot dan robot pun
menyediakannya.
· Robotika & Sistem Sensor. Untuk yang satu ini sudah jelas yaitu
robot – robot yang dapat bergerak melalukan aktivitasnya sesuai dengan tanggung
jawabnya, seperti robot pembersih yang selalu bersih – bersih apabila
mendeteksi kotoran (tanah, debu dll.).
· Computer Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak
melalui komputer. Contohnya saat kapten kapal memutar tayangan tentang bumi dan
kehidupannya.
Kecerdasan AI yang terdapat pada film Wall-E berbahaya/tidak :
Sisi buruk : berbahaya,ketika manusia terlalu
bergantung terhadap kemudahan teknologi dan terlalu dimanjakan oleh teknologi
tersebut. Sehingga kedepannya manusia menjadi malas dan malah merasa asing
ketika teknologi tersebut sudah tidak biasa digunakan kembali.
Sisi baik : Praktis lebih mudah dalam melakukan
suatu pekerjaan
Apakah mungkin terjadi ? Apa yang akan dilakukan
?
Kejadian pada film Wall-E ini mungkin saja terjadi, dikarenakan teknologi
yang ada sekarang memungkinkan untuk membuat robot seperti tokoh – tokoh yang
ada pada film yang dapat memudahkan semua kegiatan manusia. Dan apabila ini
terjadi saat ini, menurut penulis tidak akan jauh beda dengan yang terjadi pada
manusia di film wall-e tersebut, umat manusia akan tidak dapat bergerak secara
normal kemabli karena hampir semua kegiatan fisik dapat dilakukan oleh robot
tersebut. Mulai dari melakukan pijatan, bermain game, membersihkan ruangan dan
yang lainnya.
disusun oleh :
- Yogi Pratama (103040191) Ketua Kelompok
Anggota
- Ketut Muammar AD (103040185)
- Prasstika Nirvana (1030400882)
- Pepy Tri Anisa (103040116)
- Dinda Putri Wahyuni (103020176)
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar